Home » Artikel » Bernostalgia dengan Es Gabus Pelangi: Jajanan Legendaris yang Mudah Dibuat di Rumah

Bernostalgia dengan Es Gabus Pelangi: Jajanan Legendaris yang Mudah Dibuat di Rumah

Uncak Kapuas 04 Feb 2026 39

UNCAKKAPUAS – Siapa yang tidak rindu dengan jajanan ikonik masa sekolah dasar (SD)? Salah satu yang paling melekat di ingatan adalah Es Gabus Pelangi. Memiliki tekstur unik yang lembut namun memberikan sensasi menyerupai “gabus” saat digigit, es ini tetap menjadi favorit lintas generasi hingga saat ini.

Melansir panduan kuliner dari kanal YouTube Eliza Perkasa, masyarakat kini dapat bernostalgia dengan membuat sendiri es legendaris ini di dapur rumah. Menggunakan bahan-bahan yang sederhana, proses pembuatannya tergolong praktis dan cocok untuk dinikmati bersama keluarga.

Persiapan Bahan Es Gabus Pelangi

Untuk menghasilkan tekstur dan warna yang menarik, berikut adalah komposisi bahan yang perlu disiapkan:

• Bahan Utama: 1 bungkus tepung hunkwe (pilih warna putih atau netral).

• Cairan: 700 ml air, 1 bungkus santan instan (65 ml), dan 4 sendok makan susu kental manis.

• Pemanis: 250 gram gula pasir (sekitar 16 sdm, dapat disesuaikan dengan selera).

• Tambahan: Pewarna makanan (merah, kuning, hijau, dan biru) serta loyang ukuran 20 x 10 x 5 cm yang telah dilapisi plastik atau kertas roti.

 

Langkah-Langkah Pembuatan Secara Bertahap

Keberhasilan membuat es gabus terletak pada ketepatan saat memasak adonan agar tingkat kekentalannya pas dan lapisan warnanya tersusun rapi.

1. Pengolahan Adonan Dasar

Langkah pertama dimulai dengan mencampurkan air, gula pasir, santan instan, tepung hunkwe, dan susu kental manis ke dalam satu wadah besar. Pastikan adonan diaduk hingga benar-benar rata sehingga tidak ada tepung yang menggumpal. Setelah itu, bagi adonan ke dalam empat mangkuk berbeda dan berikan masing-masing pewarna makanan sesuai urutan pelangi.

2. Teknik Memasak Lapis per Lapis

Masak adonan warna pertama di atas api sedang cenderung kecil. Selama proses ini, adonan harus terus diaduk hingga meletup-letup, mengental, dan memadat. Setelah matang, segera tuangkan ke dalam loyang dan ratakan dengan cepat karena adonan hunkwe memiliki karakteristik mudah mengeras. Ulangi proses yang sama untuk warna-warna berikutnya dan tuangkan secara perlahan di atas lapisan sebelumnya.

3. Proses Pendinginan dan Pembekuan

Setelah semua lapisan tersusun, diamkan loyang di suhu ruang selama kurang lebih 2 jam atau simpan di dalam chiller hingga adonan benar-benar padat (set). Jika sudah mengeras, keluarkan dari loyang dan potong-potong menggunakan spatula plastik agar hasilnya rapi dan tidak lengket.

Langkah terakhir adalah membungkus setiap potongan es dengan plastik bening, kemudian simpan di dalam freezer selama satu malam atau hingga beku sempurna.

Tekstur Lembut dan Warna Menarik

Menurut penjelasan Eliza Perkasa, hasil dari resep ini memberikan tekstur es yang tidak terlalu keras namun tetap lembut saat disantap. Gradasi warna pelangi yang dihasilkan tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga membangkitkan kenangan manis masa kecil. Hidangan ini menjadi solusi camilan sehat dan ekonomis untuk melepas rindu pada jajanan tradisional.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mulailah Jadi Investor: Panduan Bangun Aset dari Nol

Uncak Kapuas

24 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Banyak masyarakat merasa sudah bekerja keras dan hidup hemat, namun nilai kekayaan mereka terasa terus menyusut. Fenomena ini tidak lepas dari peran inflasi yang menggerus daya beli uang setiap tahunnya. Melansir kanal YouTube RUANG KAYA, solusi nyata untuk menghadapi hal ini adalah melalui investasi, bukan spekulasi. Investasi saham yang benar bukan sekadar memantau …

5 Hack Psikologi Menghilangkan Rasa Malu dan “Blank” Saat Bicara

Uncak Kapuas

24 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Banyak orang beranggapan bahwa rasa malu merupakan sifat bawaan lahir yang sulit diubah. Namun, secara ilmiah, rasa malu sebenarnya adalah mekanisme perlindungan diri yang kompleks. Melansir kanal YouTube Pertajam Pola Pikir, otak manusia cenderung menganggap ejekan atau penolakan sosial sebagai ancaman serius terhadap keselamatan. Hal inilah yang memicu jantung berdegup kencang dan kondisi …

Mengenal Karakter 7 Generasi: Dari Silent Gen hingga Gen Beta di Tahun 2026

Uncak Kapuas

21 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Pernahkah Anda merasa kesulitan membangun komunikasi yang selaras saat mengobrol dengan orang tua atau anak muda? Perbedaan sudut pandang ini sering kali berakar dari lingkungan tempat seseorang tumbuh besar. Melansir kanal Cukup Tau Singkat, faktor sosiologis dan perkembangan teknologi sangat memengaruhi pembentukan karakter setiap individu. Memasuki tahun 2026, peta usia dan posisi setiap …

Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang

Uncak Kapuas

20 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Keluhan seperti sakit kepala, perut mual, hingga jantung berdebar sering kali dialami oleh masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Namun, menurut pakar kesehatan Rosihan Hidayah, gangguan kesehatan tersebut umumnya bukan disebabkan oleh aktivitas puasanya, melainkan akibat pola makan yang keliru saat sahur dan berbuka. Kondisi tubuh yang kosong selama belasan jam membuat metabolisme menjadi …

Mengelola Cemas di Era Ketidakpastian: 3 Kunci Ketenangan Hidup lewat Filosofi Teras

Uncak Kapuas

18 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Di tengah gempuran arus informasi media sosial dan dinamika global yang tidak menentu, isu kesehatan mental kini menjadi perhatian utama masyarakat. Banyak individu merasa tertekan oleh standar usia hingga kondisi sosial yang kian kompetitif. Menanggapi fenomena ini, konten kreator Akbar Abi membedah buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring sebagai panduan praktis menjaga ketenangan …

Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

Uncak Kapuas

18 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Banyak orang merasa telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, namun sering kali mendapati pikiran mendadak kosong atau blank saat menghadapi ujian. Fenomena ini kerap memicu rasa frustrasi dan rendah diri. Namun, kanal edukasi Misi Tuntas mengungkapkan bahwa masalah utamanya bukan pada kapasitas otak, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat. Selama ini, metode …

Hot Categories