Home » Artikel » Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang

Mengapa Puasa Malah Bikin Sakit? Hindari 7 Makanan Pemicu Tubuh Tumbang

Uncak Kapuas 20 Feb 2026 36

UNCAKKAPUAS – Keluhan seperti sakit kepala, perut mual, hingga jantung berdebar sering kali dialami oleh masyarakat saat menjalankan ibadah puasa. Namun, menurut pakar kesehatan Rosihan Hidayah, gangguan kesehatan tersebut umumnya bukan disebabkan oleh aktivitas puasanya, melainkan akibat pola makan yang keliru saat sahur dan berbuka.

Kondisi tubuh yang kosong selama belasan jam membuat metabolisme menjadi lebih sensitif. Pemilihan jenis asupan yang salah dapat membebani kerja organ tubuh dan memicu timbulnya penyakit.

7 Makanan yang Harus Diwaspadai Saat Sahur dan Berbuka

Berikut adalah daftar makanan yang sering menjadi penyebab utama menurunnya kondisi fisik selama bulan Ramadan:

1. Makanan Terlalu Asin: Konsumsi makanan tinggi natrium seperti ikan atau telur asin memaksa tubuh menyerap air secara berlebihan. Dampaknya adalah dehidrasi, rasa haus yang ekstrem, serta potensi kenaikan tekanan darah.

2. Makanan Terlalu Manis: Sirup atau kolak dengan kemanisan pekat memicu lonjakan gula darah mendadak (sugar spike). Hal ini mengakibatkan rasa kantuk berat setelah berbuka dan badan terasa lemas pada siang hari berikutnya.

3. Gorengan dan Makanan Berminyak: Kandungan lemak dari minyak goreng dapat menempel pada dinding lambung yang kosong, sehingga memicu naiknya asam lambung, perut begah, dan kembung.

4. Makanan Pedas dan Santan Pekat: Perpaduan cabai yang mengiritasi lambung serta lemak santan yang sulit dicerna sering kali memicu diare dan nyeri ulu hati seketika.

5. Nasi Putih Berlebihan: Makan nasi dalam porsi besar saat sahur tidak menjamin ketahanan tubuh. Sebaliknya, hal ini membuat gula darah tidak stabil sehingga tubuh lebih cepat merasa lapar dan haus.

6. Kopi dan Teh Pekat: Minuman ini bersifat diuretik atau menguras cairan tubuh. Ini merupakan penyebab utama tenggorokan kering dan badan gemetar atau berdebar di pagi hari, terutama bagi kalangan lansia.

7. Makanan Instan: Produk seperti mie instan memiliki nutrisi rendah namun tinggi pengawet dan garam. Akibatnya, perut terasa kenyang namun tubuh kekurangan energi berkualitas untuk beraktivitas.

Solusi Nutrisi yang Ramah Bagi Pencernaan

Sebagai alternatif yang lebih sehat, Rosihan Hidayah merekomendasikan beberapa asupan yang dapat menunjang kenyamanan pencernaan:

• Air Putih Hangat: Sangat disarankan untuk menenangkan kondisi lambung di awal waktu berbuka.

• Kurma dan Buah Segar: Menjadi sumber energi alami sekaligus membantu hidrasi tubuh, seperti semangka, pepaya, atau pir.

• Protein Ringan: Mengonsumsi ikan kukus, telur rebus, tahu, atau tempe yang diolah dengan minimal minyak.

• Karbohidrat Kompleks: Memilih nasi merah, kentang rebus, atau ubi kukus untuk memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama.

Dengan memperhatikan pola makan dan menghindari tujuh jenis makanan di atas, kondisi tubuh akan terasa lebih ringan dan bugar. Hal ini memungkinkan ibadah puasa dijalankan secara maksimal tanpa kendala kesehatan yang berarti.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mulailah Jadi Investor: Panduan Bangun Aset dari Nol

Uncak Kapuas

24 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Banyak masyarakat merasa sudah bekerja keras dan hidup hemat, namun nilai kekayaan mereka terasa terus menyusut. Fenomena ini tidak lepas dari peran inflasi yang menggerus daya beli uang setiap tahunnya. Melansir kanal YouTube RUANG KAYA, solusi nyata untuk menghadapi hal ini adalah melalui investasi, bukan spekulasi. Investasi saham yang benar bukan sekadar memantau …

5 Hack Psikologi Menghilangkan Rasa Malu dan “Blank” Saat Bicara

Uncak Kapuas

24 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Banyak orang beranggapan bahwa rasa malu merupakan sifat bawaan lahir yang sulit diubah. Namun, secara ilmiah, rasa malu sebenarnya adalah mekanisme perlindungan diri yang kompleks. Melansir kanal YouTube Pertajam Pola Pikir, otak manusia cenderung menganggap ejekan atau penolakan sosial sebagai ancaman serius terhadap keselamatan. Hal inilah yang memicu jantung berdegup kencang dan kondisi …

Mengenal Karakter 7 Generasi: Dari Silent Gen hingga Gen Beta di Tahun 2026

Uncak Kapuas

21 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Pernahkah Anda merasa kesulitan membangun komunikasi yang selaras saat mengobrol dengan orang tua atau anak muda? Perbedaan sudut pandang ini sering kali berakar dari lingkungan tempat seseorang tumbuh besar. Melansir kanal Cukup Tau Singkat, faktor sosiologis dan perkembangan teknologi sangat memengaruhi pembentukan karakter setiap individu. Memasuki tahun 2026, peta usia dan posisi setiap …

Mengelola Cemas di Era Ketidakpastian: 3 Kunci Ketenangan Hidup lewat Filosofi Teras

Uncak Kapuas

18 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Di tengah gempuran arus informasi media sosial dan dinamika global yang tidak menentu, isu kesehatan mental kini menjadi perhatian utama masyarakat. Banyak individu merasa tertekan oleh standar usia hingga kondisi sosial yang kian kompetitif. Menanggapi fenomena ini, konten kreator Akbar Abi membedah buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring sebagai panduan praktis menjaga ketenangan …

Bukan Kurang Bakat, Ini Penyebab Belajar Berjam-jam Tapi Cepat Lupa

Uncak Kapuas

18 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Banyak orang merasa telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, namun sering kali mendapati pikiran mendadak kosong atau blank saat menghadapi ujian. Fenomena ini kerap memicu rasa frustrasi dan rendah diri. Namun, kanal edukasi Misi Tuntas mengungkapkan bahwa masalah utamanya bukan pada kapasitas otak, melainkan pada metode belajar yang kurang tepat. Selama ini, metode …

Belajar Cepat ala Ibnu Sina: Rahasia Ilmuwan Abad ke-10 yang Relevan di Era Modern

Uncak Kapuas

18 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Kesulitan dalam menyerap informasi atau cepat melupakan materi yang baru saja dipelajari sering kali menjadi kendala bagi banyak orang. Namun, sejarah mencatat bahwa pada abad ke-10, seorang tokoh besar bernama Ibnu Sina telah mempraktikkan metode belajar yang membuatnya menjadi dokter ahli di usia 16 tahun. Melansir kanal edukasi KudutauID, teknik belajar sosok yang …

Hot Categories