Home » Artikel » 7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

7 Tantangan Besar dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Uncak Kapuas 22 Jan 2026 16

UNCAKKAPUAS – Upaya menghentikan kabut asap lintas negara sangat bergantung pada keberhasilan pencegahan kebakaran di tingkat tapak. Namun, Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi adanya tujuh tantangan sistemik yang membuat masalah ini menjadi kompleks dan sulit dituntaskan sepenuhnya.

Melansir informasi dari kanal YouTube Discover APRIL pada Kamis (22/01/2026), kabut asap bukan sekadar isu lingkungan, melainkan masalah kemanusiaan yang berbahaya. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengatasi akar permasalahannya.

Tantangan Teknis dan Ekonomi di Lapangan

Beberapa faktor utama yang menghambat pemadaman dan pencegahan kebakaran meliputi aspek biofisik lahan hingga kondisi finansial masyarakat:

1. Karakteristik Unik Lahan Gambut

Indonesia memiliki sekitar 20,6 juta hektar lahan gambut dengan sifat yang berbeda dari hutan biasa. Kebakaran di area ini terjadi di bawah permukaan tanah, menghasilkan asap hingga 10 kali lebih banyak, dan tetap bisa membakar meski dalam kondisi basah. Hal ini membuat titik api gambut sangat sulit dipadamkan dan sering muncul kembali.

2. Teknik Tebang Bakar yang Masih Bertahan

Metode tebang bakar masih dianggap sebagai tradisi pertanian di banyak pedesaan. Kurangnya pengetahuan mengenai alternatif pembukaan lahan tanpa bakar serta risiko api yang tidak terjaga membuat pembakaran skala kecil sering kali lepas kendali menjadi kebakaran besar.

3. Faktor Ekonomi dan Kemiskinan

Penggunaan api dianggap sebagai metode termurah. Membersihkan lahan dengan api hanya membutuhkan biaya sekitar US$5–US$10 per hektar. Angka ini berbanding jauh dengan penggunaan alat berat yang bisa mencapai US$300–US$400 per hektar, sehingga masyarakat ekonomi rendah cenderung memilih jalan pintas.

Kendala Regulasi dan Tata Kelola Lahan

Selain faktor teknis, masalah birokrasi dan legalitas juga menjadi penghambat serius:

• Konflik Lahan dan Tumpang Tindih Peta: Perbedaan versi peta antarjenjang pemerintahan memicu konflik kepemilikan. Minimnya insentif bagi pemerintah lokal dalam mengendalikan kebakaran di lahan sengketa membuat api terkadang dijadikan alat untuk mengklaim lahan.

• Lemahnya Penegakan Hukum: Birokrasi yang berlapis menyebabkan jalur komunikasi terhambat. Dampaknya, penegakan hukum menjadi lemah dan membuka celah praktik korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam.

• Pengelolaan Limbah yang Keliru: Di tingkat pedesaan, pembakaran masih menjadi solusi tunggal untuk membuang sampah organik maupun plastik karena rendahnya literasi pengelolaan limbah.

• Tantangan Area Konservasi: Muncul paradoks di mana area konservasi yang tidak dikelola secara aktif justru menjadi incaran pembalakan liar. FFA menekankan bahwa proteksi hutan memerlukan manajemen aktif, bukan sekadar penetapan status hukum.

Melalui analisis ini, FFA menegaskan bahwa penyelesaian masalah kabut asap harus menyentuh akar masalah, yaitu kemiskinan dan konflik lahan. Hanya dengan kerja sama yang transparan, langit biru Asia Tenggara dapat kembali dinikmati secara berkelanjutan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mata Minus Bisa Sembuh Alami? Simak Fakta Medis Rabun Jauh dan Cara Mencegahnya

Uncak Kapuas

05 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Rabun jauh, atau yang secara medis dikenal dengan istilah miopia, telah menjadi gangguan penglihatan yang sangat umum di era digital saat ini. Kondisi ini membuat objek yang jauh tampak kabur karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan fokus di depannya. Secara biologis, hal ini disebabkan oleh sumbu bola …

Pilih Susu Terbaik: Sapi atau Nabati? Kenali Keunggulan Nutrisinya Masing-Masing

Uncak Kapuas

05 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Di era pangan modern saat ini, pilihan susu tidak lagi terbatas pada susu sapi atau kambing saja. Kini, rak supermarket dipenuhi dengan berbagai varian susu nabati. Meski secara biologis susu nabati merupakan cairan dari tumbuhan yang tekstur dan fungsinya menyerupai susu, popularitasnya terus meningkat. Melansir penjelasan dari kanal kesehatan Ini Kata Dokter, setiap …

Mengapa Gigi Tetap Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Simak Penyebab dan Solusinya

Uncak Kapuas

05 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Masalah gigi kuning sering kali menurunkan rasa percaya diri, meski seseorang sudah merasa rajin menyikat gigi setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa warna gigi sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar masalah kebersihan? Melansir penjelasan dari kanal kesehatan Ini Kata Dokter, warna gigi manusia ditentukan oleh struktur anatominya. Memahami lapisan penyusun gigi adalah kunci …

Cermin Pikiran: Begini Cara Membaca Karakter Seseorang dari Ucapannya

Uncak Kapuas

05 Feb 2026

JAKARTA – Pernahkah Anda bertanya-tanya seperti apa sebenarnya watak asli seseorang di balik penampilan luarnya? Dalam interaksi sosial, sering kali apa yang diucapkan seseorang menjadi jendela bagi kepribadian mereka yang sesungguhnya. Pakar psikologi bahasa, James Pennebaker, menyatakan bahwa ucapan sehari-hari adalah cermin dari pikiran terdalam seseorang. Melansir informasi dari kanal YouTube StoryKita, kita dapat menjadi …

Wajib Tahu! 7 Larangan Saat Haid Agar Menstruasi Tidak Menyiksa

Uncak Kapuas

05 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Bagi banyak wanita, masa haid sering kali menjadi periode yang tidak nyaman akibat kram perut, sakit pinggang, hingga perubahan suasana hati (mood swing). Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari justru dapat memperburuk gejala-gejala tersebut. Melansir riset kesehatan yang dibagikan oleh praktisi kesehatan Pauline Wahyuni, terdapat tujuh hal utama yang sebaiknya dihindari agar tubuh …

Mengenal Karakter & Profesi yang Cocok Berdasarkan Tanggal Lahir 6-10

Uncak Kapuas

05 Feb 2026

UNCAKKAPUAS – Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Memahami karakter seseorang melalui tanggal lahir sering kali menjadi salah satu upaya untuk saling mengerti dan menyesuaikan diri dalam hubungan sosial, baik dengan pasangan, teman, maupun rekan kerja. Melansir penjelasan dari pakar spiritual Ki Truno Pamungkas, pemahaman sifat ini bukan bertujuan untuk mencari kesalahan, …

Hot Categories